Oleh: niamw | April 16, 2010

Prosedur Perencanaan Kurikulum

P rosedur Perencanaan Kurikulum

Kurikulum merupakan hal pokok yang harus direncanakan dan disusun dengan sebaik mungkin. Mengingat kurikulum adalah sebagai rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan di dalam sekolah.

Secara umum Langkah dan prosedur yang seyogyanya ditempuh dalam perencanaan kurikulum, agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif antara lain:

1. Menentukan Landasan Kurikulum

Pada langkah ini menentukan landasan-landasan yang dijadikan dasar dalam perencanaan kurikulum, yang meliputi: landasan Filsafat, landasan Psikologis, landasan sosiologi dan landasan teknologi.

2. Menentukan tujuan Kurikulum

Tujuan kurikulum merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh suatu kurikulum. Dalam skala makro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan visi dan misi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit, seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran. Tujuan pendidikan diklasifikasikan mejadi empat yaitu Tujuan Pendidikan Nasional (TPN), Tujuan Institusional (TI), Tujuan Kurikuler (TK) dan Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP).

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan tujuan kurikulum antara lain: (1) tujuan pendidikan nasional, karena tujuan ini menjadi landasan bagi setiap lembaga pendidikan; (2) kesesuaian antara tujuan kurikulum dan tujuan lembaga pendidikan yang bersangkutan; (3) kesesuaian tujuan kurikulum dengan kebutuhan masyarakat atau lapangan kerja; (4) kesesuaian tujuan dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi saat ini; dan (5) kesesuaian tujuan kurikulum dengan sistem nilai dan aspirasi yang berlaku di masyarakat.

3. Menentukan isi kurikulum

Isi kurikulum adalah keseluruhan materi dan kegiatan yang tersusun dalam urutan dan ruang lingkup yang mencakup bidang pengajaran, mata pelajaran, masalah-masalah, proyek-proyek yang perlu dikerjakan.

Isi kurikulum disusun dalam bentuk sebagai berikut:

Bidang-bidang keilmuan yang terdiri atas ilmu-ilmu sosial, administrasi, ekonomi, komunikasi, dan rekayasa teknologi, IPA, matematika dan lain-lain. Jenis-jenis mata pelajaran disusun dan dikembangkan bersumber dari bidang-bidang tersebut sesuai dengan tujuan mata pelajaran. Tiap mata pelajaran dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasan dan pokok-pokok bahasan atau standar kompetensi dan kompetensi dasar. Tiap mata pelajaran dikembangkan dalam silabus. Dalam menetapkan isi kurikulum harus mempertimbangkan tingkat perkembangan psikologis siswa, sehingga isi kurikulum tidak berat atau tidak terlalu mudah bagi siswa.

Terdapat beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan isi kurikulum, yaitu:

a. signifikansi,yaitu seberapa penting isi kurikulum pada suatu disiplin atau tema studi;

b. Validitas, yaitu yang berkaitan dengan keotentikan dan keakuratan isi kurikulum ;

c. relevansi sosial, yaitu keterkaitan isi kuriklum dengan nilai moral, cita-cita, permasalahan sosial, isu kontroversial, dan sebagainya, untuk membantu siswa menjadi anggota efektif dalam masyarakat;

d. Utility atau kegunaan (daya guna), berkaitan dengan kegunaan isi kurikulum dalam mempersiapkan siswa menuju kehidupan dewasa;

e. Learnability atau kemampuan untuk dipelajari, yang berkatan dengan kemampuan siswa dalam memahami isi kurikulum tersebut; dan

f. Minat, yang berkaita dengan minat siswa terhadap isi kurikulum tersebut.

4. Menentukan metode/strategi pembelajaran

Komponen metode/strategi merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting karena berhubungan dengan implementasi kurikulum. Tujuan tidak akan tercapai manakala tanpa manggunakan strategi dan metode yang tepat. Strategi meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi atau metode berkaitan dengan upaya yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan.

Strategi yang ditetapkan dapat berupa strategi yang menempatkan siswa sebagai pusat dari setiap kegiatan, ataupun sebaliknya. Strategi yang berpusat kepada siswa biasanya dinamakan student centered, sedangkan strategi yang berpusat pada guru dinamakan teacher centered. Strategi yang akan digunakan sangat tergantung kepada tujuan dan materi kurikulum.

Secara operasional strategi pembelajaran adalah prosedur dan metode yang ditempuh oleh pengajar untuk memberikan kemudahan bagi siswa melakukan kegiatan belajar secara aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Saat ini terdapat banyak jenis metode dan strategi pembelajaran, misalnya ceramah, diskusi, CTL dll. Dalam menentukan metode atau strategi pembelajaran, guru harus menyesuaikan metode yang dipilih dengan isi dan tujuan pembelajaran.

5. Menentukan sumber belajar

Sumber belajar bisa berasal dari buku, majalah, koran, jurnal, alam sekitar, televisi, internet dan sebagainya. Penentuan sumber belajar harus disesuaikan dengan tujuan, isi, dan strategi pembelajaran

6. Menentukan Strategi Penilaian/evaluasi kurikulum

Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan, dalam hal ini indikator kerja yang akan dievaluasi adalah efektivitas program. Diadakannya evaluasi dimaksudkan untuk keperluan perbaikan program, pertanggungjawaban kepada berbagai pihak, dan penentuan tindak lanjut hasil pengembangan. Dalam mengevaluasi kurikulum bukam hanya dilakukan terhadap salah satu komponen saja, tetapi terhadap semua komponen kurikulum baik komponen tujuan, isi/materi, strategi atau metode maupun proses evaluasi itu sendiri.

Dalam melakukan evaluasi kurikulum harus berdasarkan pada prinsip-prinsip yang telah berlaku yaitu:

- Evaluasi mengacu kepada tujuan

- Evaluasi bersifat komprehensif atau menyeluruh, dan

- Evaluasi dilaksanakan secara objektif.

Dilihat dari pelaksanaan dan tujuannya, evaluasi kurikulum dapat dibedakan menjadi evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif biasanya dijadikan sebagai dasar dalam perbaikan kurikulum sedangka evaluasi sumatif untuk menilai keberhasilan suatu kurikulum. Adapun teknik-teknik dalam pelaksanaan evaluasi kurikulum dapat menggunakan teknik non-tes (wawancara, angket, observasi, check) maupun teknis tes (tes lisan, tertulis, tes perbuatan).

Secara garis besar, model evaluasi kurikulum yang telah dikembangkan selama ini dapat digolongkan menjadi empat model, yaitu measurement, congruence, illumination, dan educational system evaluasi.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: