Oleh: niamw | April 30, 2010

Teori Belajar

KONSEP BELAJAR

Skinner(1958) Learning is a procee of progressive behavior adaptation : Belajar merupakan proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adanya sifat progresivitas.

Mc Goch(1956) Learning is a change in performance as a result of practice : Belajar membawa perubahan dalam performance, dan perubahan ini sebagai akibat dari latihan (practice).

Kimble (1976) : Learning is a relatively permanent change in behavioral potetiality that occurs as result of reinforced practice : ada perubahan yang relatif permanen sebagai akibat dari reinforced practice

Morgan (1984) : Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which occurs as result nof practice or experience . Disini adanya perubahan perlaku yang disebabkan karena latihan atau karena pengalaman

Dari beberapa pengertian tentang belajar tersebut ada beberapa hal mengenai belajar:

Belajar merupakan suatu proses, yang mengakibatkan adanya suatu perubahan

Perubahan perilaku itu dapat aktual, yaitu yang menampak, tetapi juga dapat bersifat potensial

Perubahan yang disebabkan karena belajar itu besifat relatif permanen

Perubahan perilaku baik aktual maupun potensial yang merupakan hasil belajar, merupan perubahan dengan mealalui latihan dan pengalaman

TEORI BELAJAR

TEORI BELAJAR SEBELUM ABAD KE-20

Teori Disiplin Mental

Sebelum abad ke-20, telah berkembang beberapa teori belajar, salah satunya adalah teori disiplin mental. Teori belajar ini dikembangkan tanpa dilandasi eksperimen, dan ini berarti dasar orientasinya adalah “filosofis atau spekulatif”. Tokoh teori disiplin mental adalah Plato dan Aristoteles. Teori disiplin mental ini menganggap bahwa dalam belajar, mental siswa harus didisiplinkan atau dilatih.


Teori Perkenbangan Alamiah

Belajar baru akan terjadi dan mendatangkan hasil bila anak telah benar-benar merasakan kebutuhan untuk belajar. Saat itu ia akan melakukannya dengan penuh kegembiraan sehingga pengalaman akan melekat sebagai kecakapan atau keterampilan

Teori Apersepsi

Belajar adalah suatu proses terasosiasinya gagasan-gagasan baru dengan gagasan-gagasan lama, yang sudah terbentuk di alam pikiran. Misalnya, anak akan memelajari kata “kuda”. Ia diperlihatkan gambar kuda di atas tulisan kuda. Kemudian, ia menganalisis huruf perhuruf.

TEORI BELAJAR ABAD KE-20

Teori Behavioristik

Rumpun teori ini disebut behaviorisme karena sangat menekankan perilaku atau tingkah laku yang dapat diamati. Tokohnya E.L Thorndike, Ivan Patrovich, B.F Skinner dan Bandura. Temuan penelitian para ahli ini dalam prinsipnya mempunyai kesamaan, yaitu bahwa perubahan tingkah laku terjadi karena semata-mata oleh lingkungan.

Teori Koneksionisme (Thorndike)

Prinsip pertama dari teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi antara kesan panca indra dengan kecenderungan bertindak. Prinsip kedua adalah pelajaran akan semakin dikuasai bila diulang-ulang. Prinsip ketiga adalah koneksi antara kesan panca indra dengan kecenderungan bertindak dapat melemah atau menguat, tergantung pada hasil perbuatan yang pernah dilakukan.

Teori Behaviorisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan.Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.

Teori Clasiccal Conditioning (Pavlov)

Pavlov membuat teori pada eksperimennya yang terkenal tentang fungsi kelenjar ludah pada anjing. Kemudian, ia menyimpulkan bahwa tingkah laku tertentu dapat dibentuk secara berulang-ulang. Watson mengembangkan teori tersebut.

Teori Operant Conditioning (Skinner)

Teori Operant Conditioning memiliki persamaan dengan teori Pavlov dan Watson, tetapi lebih terperinci. Ia membedakan adanya dua macam respons: respondent response, yaitu respons yng ditimbulkan stimulus tertentu, dan operant respondent, yaitu respons yang menimbulkan stimulus baru sehingga memperkuat respons yang telah dilakukan.

Teori Kognitif

Tokohnya Kohler, Max Wertheimes, Kurt Lewin dan Bandura, dasar teori belajar tokoh ini sama. Yaitu dalam belajar terdapat kemampuan mengenal lingkungan, sehingga lingkungan tidak otomatis mempengaruhi manusia.

Teori Gestalt

Teori kognitif dikembangkan oleh para ahli psikologi Kognitif. Teori ini berbeda dengan Behaviorisme, bahwa yang utama pada kehidupan manusia adalh mengetahui dan bukan respons. Teori ini menekankan pada peristiwa mental, bukan hubungan Stimulus-respons. Teori Gestalt,berkembang dijerman dengan pendirinya yang utama adalah Max Werthaimer, menurut Gestalt belajar siswa harus memahami makna hubungan antar satu bagian dengan bagian lainnya. Belajar adalah mencari dan mendapatkan prognanz, menemukan keteraturan, keharmonisan dari sesuatu.

Teori Medan (Kurt Lewin)

Pada dasarnya, teori Lewin dapat dikatakan sebagai perluasan teori Gestalt, yaitu:

Belajar adalah pengubahan struktur kognitif. Maknanya, pemecahan problem hanya terjadi bila struktur kognitif dirubah.

Hadiah dan hukuman merupakan dua sarana motivasi belajar yang memerlukan pengawasan agar digunakan wajar dan tepat.

Faktor motivasi belajar lain adalah masalah sukses dan gagal. Sukses akan menjadi pendorong belajar, sedangkan gagal akan menyebabkan kemunduran belajar.

Teori medan atau Field, menurut teori ini individu selalu berada dalam suatu medan atau ruang hidup. Dalam medan hidup ini ada suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi untukmencapainyaselaluadahambatan.Jadi perbedaan pandangan antara pendekatan Behavioristik dengan Kognitif adalah sebagai berikut:

a. Proses atau peristiwa belajar seseorang, bukan semata-mata antara ikatan Stimulus, Respons, melainkan juga melibatkan proses kognitif.

b. Dalam peristiwa belajar tertentu yang sangat terbatas ruang lingkupnya misalnya belajar meniru sopan santun dimeja makan dan bertegur sapa. Peranan ranah cipta siswa tidak begitu menonjol, meskipun sesungguhnya keputusan untuk meniru atau tidak ada pada diri orang itu sendiri.


REFERENSI

Bimo Walgito,tth. Psikologi Belajar, Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada

Gordon H.Bower & Ernest R.Hilgard, 1981. Theory of Learning. Prentice Hall, Inc Engliwood

Ratna Wilis, 1988. Teori-Teori Belajar. P2LPTK Jakarta

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: