Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

Pengertian dan Tujuan Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

Sudah diketahui dengan jelas bahwa korupsi yang terjadi di negara Indonesia ini sudah sedemikian rumit dan mengurat akar, sehingga sangat sulit untuk memulai mengurai dari mana kegiatan advokasi bisa dilakukan. Kesulitan ini bisa disebabkan kompleksnya permasalahan korupsi, kompleksnya pelaku korupsi, dan kompleksnya aturan dan penegak hukum yang seharusnya berdiri di depan mengawal sekaligus mengamankan kekayaan negara dari tangan-tangan koruptor yang tidak bertanggungjawab.

Terungkapnya kasus korupsi di negeri ini adalah bukti belum mapannya dunia pendidikan. Artinya orang-orang yang bergelar profesor, doktor, dan gelar akademik lainnya pun tidak terlepas dari jeratan korupsi. Korupsi yang dilakukan dengan cara berjamah di Kejaksaan Agung atau di mana pun juga merupakan bukti tidak berhasilnya pembinaan mental bangsa Indonesia. Pendidikan selama belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencegahan korupsi yang dilakukan alumni pendidikan sendiri. Kenyataan demikian menjadikan dunia pendidikan kita semakin jauh dari realitas kehidupan umat manusia.

Pemberantasan korupsi tidak cukup teratasi hanya dengan mengandalkan proses penegakkan hukum. Membumihanguskan korupsi juga perlu dilakukan dengan tindakan preventif, antara lain dengan menanamkan nilai religius, moral bebas korupsi atau pembelajaran anti korupsi melalui berbagai lembaga pendidikan.

Baca Lanjutannya…

PENGERTIAN MEDIA PENGAJARAN, ALAT PELAJARAN, ALAT PERAGA

Media berasal dari bahasa latin Medium yang bearti perantara yang dipakai untuk menunjukkan alat komunikasi.

Pendapat para ahli tentang Media Pengajaran:

Menurut Briggs (1970)

Media pengajaran adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta perangsang peserta didik untuk belajar. Contoh : buku, film, kaset, slide dll.

Menurut Gagne dan Reiser (1983)

Media pengajaran adalah alat-alat fisik dimana pesan-pesan instruksional dikomunikasikan. Contoh: buku, film, tipe recorder, dll.

Menurut Dinje Borman Rumumpuk (1988)

Media pengajaran adalah setiap alat baik software maupun hardware yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa media pengajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan guru sebagai perantara untuk menyampaikan bahan-bahan instruksional dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran tersebut.

Baca Lanjutannya…

Oleh: niamw | April 30, 2010

LANDASAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN

LANDASAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN

Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasasan filosofis, psikologis, teknologis dan empiris.

Landasan filosofis

Ada suatu pandangan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Bukankan dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki keprbadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,maka baik menggunaka media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

Baca Lanjutannya…

Oleh: niamw | April 30, 2010

Jenis-Jenis Teori Belajar (Bagian 3)

TEORI BELAJAR KOGNITIF DARI PIAGET
Teori Perkembangan Kognitif
Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme, yang berarti, tidak seperti teori nativisme (yang menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan), teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan.
Baca Lanjutannya…

Oleh: niamw | April 30, 2010

Jenis-Jenis Teori Belajar (Bagian 2)

TEORI BELAJAR GUTHRIE

Hukum Belajar

Menurut Guthrie, teori-teori atau hukum-hukum yang dikemukakan misalnya oleh Pavlov atau Thorndike sangat kompleks yang sebenarnya itu tidak perlu, dan karenya Guthrie hanya mengemukakan suatu hukum saja mengenai belajar, yaitu Hukum Kontiguitas (keterdekatan), sebagai salah satu hokum yang dikemukakan oleh Aristoteles, yang dinyatakan bahwa “kombinasi dari stimulus yang disertai suatu gerakan (movement), bila stimulus itu timbul lagi, maka hal itu akan didikuti oleh gerakan atau movement tersebut”. Guthrie menggunakan hukum kontinguitas sebagai cornerstone dari teorinya yang unik. Agar kejadian dapat dihubungkan sehingga dapat membentuk asosiasi dalam otak, maka kedua kejadian harus terjadi pada waktu dan tempat yang kira-kira sama. Jadi kedua kejadian itu harus berdekatan,karena itu keterdekatan merupakan dasar terbentuknya asosiasi. Teori kontiguitas memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respon tertentu. Selain itu, Guthrie juga mengemukakan bahwa hukuman memegang peran penting dalam proses belajar. Suatu hukuman yang diberikan pada saat yang tepat, akan mampu mengubah kebiasaan seseorang.

Lebih lanjut Guthrie mengatakan “bila individu pada suatu situasi berbuat sesuatu (to do something), pada waktu lain, maka pada situasi yang sama akan dilakukan perbuatan yang sama (to so something)”. Tetapi sebelum meningggal Guthrie merevisi hokum kontiguitasnya itu, yaitu “what is being noticed becomes a signal for what is being done”, apa yang dikemukakan atau dibicarakan, merupakan pertanda apa yang akan dikerjakan (Walgito, Bimo, tanpa tahun: 50). Hukum Guthrie menyatakan bahwa hubungan kombinasi stimuli yang disertai gerakan pada perulangan akan cenderung diikuti oleh gerakan (Guthrie, 1952). Dia mengatakan bahwa semua belajar didasarkan pada asosiasi stimulus-respon.

Baca Lanjutannya…

Oleh: niamw | April 30, 2010

Jenis-Jenis Teori Belajar (Bagian 1)

TEORI KONEKSIONISME THORNDIKE

Pengaruh pemikiran Thorndike dalam studi psikologi khususnya dalam psikologi belajar sangat besar. Hampir setengah abad teorinya menguasai ahli teori belajar lainnya. Hal ini ditunjukan dengan adanya ahli yang setuju maupun yang tak setuju terhadap pendapatnya atau teorinya.. Thorndike merupakan contoh dari seorang teoritis yang karyanya dipandang mendominasi psikologi dan pendidikan pada masanya. Dalam melakukan eksperimennya, pilihan pertamanya mengadakan penyelidikan terhadap anak-anak (human learning) tetapi kemudian lingkungannya membuat ia mulai mempelajari binatang (animal learning) sebagai penggantinya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: niamw | April 30, 2010

Teori Belajar

KONSEP BELAJAR

Skinner(1958) Learning is a procee of progressive behavior adaptation : Belajar merupakan proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adanya sifat progresivitas.

Mc Goch(1956) Learning is a change in performance as a result of practice : Belajar membawa perubahan dalam performance, dan perubahan ini sebagai akibat dari latihan (practice).

Kimble (1976) : Learning is a relatively permanent change in behavioral potetiality that occurs as result of reinforced practice : ada perubahan yang relatif permanen sebagai akibat dari reinforced practice

Morgan (1984) : Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which occurs as result nof practice or experience . Disini adanya perubahan perlaku yang disebabkan karena latihan atau karena pengalaman

Dari beberapa pengertian tentang belajar tersebut ada beberapa hal mengenai belajar:

Belajar merupakan suatu proses, yang mengakibatkan adanya suatu perubahan

Perubahan perilaku itu dapat aktual, yaitu yang menampak, tetapi juga dapat bersifat potensial

Perubahan yang disebabkan karena belajar itu besifat relatif permanen

Perubahan perilaku baik aktual maupun potensial yang merupakan hasil belajar, merupan perubahan dengan mealalui latihan dan pengalaman

TEORI BELAJAR

TEORI BELAJAR SEBELUM ABAD KE-20

Teori Disiplin Mental

Sebelum abad ke-20, telah berkembang beberapa teori belajar, salah satunya adalah teori disiplin mental. Teori belajar ini dikembangkan tanpa dilandasi eksperimen, dan ini berarti dasar orientasinya adalah “filosofis atau spekulatif”. Tokoh teori disiplin mental adalah Plato dan Aristoteles. Teori disiplin mental ini menganggap bahwa dalam belajar, mental siswa harus didisiplinkan atau dilatih.

Baca Lanjutannya…

Oleh: niamw | April 16, 2010

Prosedur Perencanaan Kurikulum

P rosedur Perencanaan Kurikulum

Kurikulum merupakan hal pokok yang harus direncanakan dan disusun dengan sebaik mungkin. Mengingat kurikulum adalah sebagai rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan di dalam sekolah.

Secara umum Langkah dan prosedur yang seyogyanya ditempuh dalam perencanaan kurikulum, agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif antara lain:

Baca Lanjutannya…

Integrated curriculum, sebagaimana dicontohkan oleh Robin Fogarty, akan efektif jika dirancang dan diimplementasikan pada jenjang pendidikan pra-sekolah hingga jenjang pendidikan dasar. Karena pada usia tersebut peserta didik belum mampu menangkap secara langsung hal-hal yang bersifat konkrit, sehingga harus diberikan pemahaman dari yang sifatnya abstrak kemudian secara berangsur-angsur menuju hal yang konkrit agar peserta didik mampu memahami pesan pembelajaran. Contoh integrasi kurikulum pendidikan anti korupsi yang diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran yang ada di sekolah yang tujuannnya untuk menanamkan nilai-nilai moral anti korupsi kepada peserta didik.

Baca Lanjutannya…

Oleh: niamw | Maret 20, 2010

Perencanaan Kurikulum Pendidikan Karakter

Perencanaan Kurikulum Pendidikan Karakter1

Oleh: Niam Wahzudik/ NIM. 01045090102

Latar belakang

Situasi sosial, kultural masyarakat kita akhir-akhir ini memang semakin mengkhawatirkan. Ada berbagai macam peristiwa dalam pendidikan yang semakin merendahkan harkat dan martabat manusia. Hancurnya nilai-nilai moral, merebaknya ketidakadilan, menjamurnya kasus korupsi, terkikisnya rasa solidaritas telah terjadi dalam dunia pendidikan kita. Bisa dikatakan saat ini negara kita sedang dilanda wabah “demoralisasi akut” yang menunggu untuk segera di atasi, jika tidak ingin negara ini menjadi semakin hancur. Dari sini kemudian muncul pertanyaan ada apa dengan pendidikan kita? Rupanya usaha perbaikan di bidang pendidikan dirasa tidak hanya cukup dengan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan saja, melainkan membutuhkan perencanaan kurikulum yang sangat matang yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bangsa ini.

Selain persoalan di atas, akhir-akhir ini telah terjadi perubahan nilai yang sangat cepat dan terjadinya ekspektasi yang tidak terduga sebagai dampak kemajuan teknologi, informasi dan globalisasi. Oleh sebab itulah bagaimanakah mempersiapkan/membangun karakter bagi peserta didik didik dalam menghadapi pengaruh global. Untuk itu perlu disusun suatu perencanaan kurikulum pendidikan karakter untuk diterapkan di setiap satuan pendidikan kita mengingat berbagai macam perilaku yang tidak mendidik telah merasuk dalam sendi-sendi penyelenggaraan pendidikan dan kehidupan masyarakat kita.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori